EDUKASI LATIHAN KAKI UNTUK PENCEGAHAN NEUROPATIK DIABETIK
DOI:
https://doi.org/10.52317/jupkes.v5iNo.%202.65Keywords:
Neuropati Perifer, Senam Kaki Diabetik, Diabetes Melitus Tipe 2Abstract
Neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien diabetes melitus tipe 2 dan ditandai dengan penurunan sensasi pada ekstremitas bawah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya ulkus kaki serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan neuropati perifer adalah senam kaki diabetik. ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap tingkat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest. Jumlah sampel sebanyak 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi senam kaki diabetik dilakukan sebanyak lima kali pertemuan dengan durasi ±15–20 menit setiap sesi. Tingkat neuropati diukur menggunakan Ipswich Touch Test (IpTT). Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai rerata tingkat neuropati dari 3,70 sebelum intervensi menjadi 2,30 sesudah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang menandakan adanya pengaruh yang signifikan antara senam kaki terhadap penurunan tingkat neuropati. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa senam kaki diabetik berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat neuropati sebagai efek awal intervensi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Senam kaki diabetik dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam upaya pencegahan dan pengendalian neuropati perifer
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Susiyanti Ambarita, Santo Damerius Silitonga, Timbul Siahaan, Sontiar Lumbantoruan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas artikel ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes). Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel ini dengan mencantumkan pengakuan yang sesuai terhadap kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan artikel ini (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya kembali dalam sebuah buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karya mereka secara online (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan sitasi atas karya yang telah diterbitkan.