PENERAPAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN CHOLELITHIASIS DI RUANGAN IRINA C4 RSUP. PROF. R.D KANDOU
Keywords:
KOMPRES HANGAT, CHOLELITHIASISAbstract
Latar Belakang : Cholelithiasis, atau yang sering disebut batu empedu, adalah kondisi terbentuknya batu di dalam kandung empedu, saluran empedu, atau bahkan pada keduanya sekaligus (Andriyan, 2019). Batu empedu umumnya bersifat mobile, tampak ekogenik, dan menimbulkan bayangan akustik posterior (acoustic shadowing). Pemindaian dengan posisi berbeda diperlukan untuk membedakannya dari polip, karena batu bisa bergerak sementara polip tetap menempel
Metode : Penelitian ini merupakan studi kasus, sampel penelitian ini adalah pasien dengan penyakit kolelitiasis di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R.D Kandou Manado. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan telaah rekam medis pasien.
Hasil : klien mengalami nyeri akut sebagai masalah keperawatan utama pada kasus ini. Selanjutnya menetapkanĀ intervensi keperawatan dengan mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), yaitu : Manajemen Nyeri 1) Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri, 2) Identifikasi skala nyeri, 3) Identifikasi respon nyeri non-verbal, 4) Identifikasi faktor yang memperingan dan memperberat nyeri, 5) Berikan teknik non-farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri, 6) Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri, 7) Fasilitasi istirahat dan tidur, 8) Jelaskan strategi meredakan nyeri, 9) Kolaborasi ; pemberian analgetik jika perlu.
Kesimpulan : Teknik kompres hangat dapat mempengaruhi intensitas nyeri pada pasien kolelitiasis karena terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat.