IMPLEMENTASI EDUKASI GIZI DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK MENGATASI GIZI KURANG PADA BALITA
DOI:
https://doi.org/10.52317/jupkes.v5i1.31Keywords:
Stunting, Balita, Labu Kuning, GiziAbstract
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak. Salah satu faktor utama penyebab gizi kurang adalah kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi seimbang serta keterbatasan asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan memperbaiki asupan gizi balita melalui implementasi edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan gizi kepada orang tua balita, demonstrasi penyusunan menu gizi seimbang, serta pemberian makanan tambahan bergizi kepada balita dengan status gizi kurang. Kegiatan dilaksanakan pada balita usia 12–59 bulan dengan melibatkan orang tua sebagai pendamping utama. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah edukasi serta pemantauan berat badan balita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua tentang gizi balita dan perbaikan asupan makanan anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam mengatasi masalah gizi kurang pada balita secara berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ririn Muthia Zukhra, Roni Ardian (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas artikel ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes). Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel ini dengan mencantumkan pengakuan yang sesuai terhadap kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan artikel ini (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya kembali dalam sebuah buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karya mereka secara online (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan sitasi atas karya yang telah diterbitkan.