PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS HERBAL MELALUI PENGOLAHAN REBUSAN DAUN KELOR SEBAGAI MANAJEMEN DIABETES MELITUS DI DESA LIDAH TANAH SERDANG BEDAGAI
DOI:
https://doi.org/10.52317/jupkes.v5i1.34Keywords:
Terapi Herbal, Daun Kelor, Diabetes MelitusAbstract
Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan pengelolaan jangka panjang yang komprehensif. Salah satu kendala yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai terapi pendukung dalam manajemen diabetes melitus. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki kandungan bioaktif yang berpotensi menurunkan kadar gula darah, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan rebusan daun kelor sebagai bagian dari manajemen diabetes melitus. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi pengolahan rebusan daun kelor, pendampingan konsumsi sesuai prosedur, serta pengukuran kadar gula darah sewaktu sebelum dan sesudah kegiatan pemberdayaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata pengetahuan dari 56,2 menjadi 82,5. Selain itu, terjadi penurunan rerata kadar gula darah peserta dari 248,6 mg/dL sebelum intervensi menjadi 198,4 mg/dL setelah intervensi, dengan rata-rata penurunan sebesar 50,2 mg/dL. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis herbal melalui pengolahan rebusan daun kelor efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta berkontribusi terhadap penurunan kadar gula darah, sehingga berpotensi mendukung manajemen diabetes melitus secara mandiri dan berkelanjutan.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Angenia Itoniat Zega, Lia Mayang Sari Sijabat, Mulidan, Deskrisman Stefan Mendrofa, Ani Rahmadhani Kaban (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas artikel ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes). Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel ini dengan mencantumkan pengakuan yang sesuai terhadap kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan artikel ini (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya kembali dalam sebuah buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karya mereka secara online (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan sitasi atas karya yang telah diterbitkan.