PENGEMBANGAN MAKANAN PENDAMPING BALITA DARI LABU KUNING (Cucurbita moschata) UNTUK MENURUNKAN ANGKA STUNTING DI DESA KANDANGMAS KUDUS
DOI:
https://doi.org/10.52317/jupkes.v5i1.4Keywords:
Stunting, Balita, Labu kuning, GiziAbstract
Balita merupakan salah satu kelompok usia yang rentan dan berisiko tinggi terhadap penyakit. Kekurangan maupun kelebihan asupan zat gizi serta adanya infeksi pada balita akan berdampak pada status gizi dan status kesehatan balita Stunting merupakan situasi dimana terjadinya kekurangan gizi pada anak, adanya infeksi kronis, dan umumnya dilihat dari tinggi badan anak sesuai umur pada anak balita yang kurang normal. Kenaikan angka stunting di Indonesia cukup mengkhawatirkan karena telah masuk ke Asia Tenggara dengan prevalensi stunting tertinggi ketiga, dengan rata-rata prevalensi 36,4%. Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 2.367 balita mengalami stunting di sepanjang tahun 2024. Tujuan dari diadakannya pengenalan pengembangan makanan pendamping balita dari labu kuning ini adalah untuk menurunkan angka stunting khususnya di desa kandangmas kudus. Metode dari kegiatan ini berupa pemaparan materi dan demo masak puding labu kuning. Sasaran dalam kegiatan ini adalah anak usia 6-24 bulan yang termasuk kategori stunting yang didampingi orangtuanya. Setelah dilaksanakan kegiatan pemaparan materi dan demo masak sehingga memberikan dampak positif antara lain orang tua khususnya ibu memahami pentingnya gizi seimbang untuk anak sejak dini. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan dan gizi keluarga, sehingga dapat mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sri Fitrianingsih, Dr. Annik Megawati, Dwi Novitasari, Leily Nur Azizah, Hasna Nurul Izza, Fakhri Arfiansyah, Elfira Pramesti Regita Cahyani, Hanny Putri Adriani, Rohmatun Nafi'ah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas artikel ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes). Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel ini dengan mencantumkan pengakuan yang sesuai terhadap kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan artikel ini (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya kembali dalam sebuah buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karya mereka secara online (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan sitasi atas karya yang telah diterbitkan.