PENYULUHAN FLOUR ALBUS DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI
DOI:
https://doi.org/10.52317/jupkes.v5iNo.%202.49Keywords:
Demam Berdarah Dengue, edukasi kesehatan, tanaman herbal, siswa sekolah dasar, pencegahan DBD.Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak usia dini melalui edukasi kesehatan agar siswa memiliki pengetahuan dan kesadaran mengenai cara penularan dan pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan DBD melalui pemanfaatan tanaman herbal di SDN 3 Rejosari. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui presentasi interaktif, diskusi, kuis edukatif, penanaman tanaman herbal, dan pembuatan mading bertema pencegahan DBD. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi siswa, sesi tanya jawab, dan kuis edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 90% siswa mengikuti kegiatan hingga selesai dan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Sebagian besar siswa mampu menjelaskan kembali pengertian DBD, cara penularan, serta upaya pencegahan melalui penerapan 3M Plus. Siswa juga mampu mengenali beberapa tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan DBD serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kadar Ismah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas artikel ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes). Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel ini dengan mencantumkan pengakuan yang sesuai terhadap kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan artikel ini (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya kembali dalam sebuah buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karya mereka secara online (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan sitasi atas karya yang telah diterbitkan.