EDUKASI TERAPI KOMPLEMENTER KOMPRES HANGAT JAHE DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA LANSIA DENGAN GOUT ARTHTRITIS DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI
DOI:
https://doi.org/10.52317/jupkes.v5iNo.%202.51Keywords:
Edukasi, Terapi Komplementer, Kompres Jahe, Gout Arthritis, LansiaAbstract
Gout Arthritis merupakan suatu penyakit sendi yang ditandai dengan hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat dalam darah. Gout Arthritis sering terjadi pada lansia, hal ini ditandai dengan hiperurisemia atau peningkatan asam urat di dalam badan seseorang. Gejala yang timbul antara lain rasa nyeri pada bagian ekstremitas serta rasa pegal - pegal tak nyaman yang mengganggu aktifitas. Beberapa faktor yang menyebabkan kadar asam urat salah satu nya adalah adnya perilaku hidup tidak sehat seperti mengkomsumsi makanan yang banyak mengandung purin tinggi, mengkonsumsi alcohol, obesitas, kurang istirahat serta beraktifitas yang terlalu berat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri pada penderita gout arthritis dengan cara terapi non farmakologi dapat menjadi salah satu rekomendasi penanganan untuk meredakan nyeri pada penderita asam urat yang dapat di lakukan dengan berbagai cara relaksasi dan kompres hangat jahe. Tujuan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bekerjasama dengan mitra, yaitu UPTD Dinas Sosial Lanjut Usia Binjai untuk memberi edukasi terapi komplementer kompres hangat jahe dalam menurunkan skala nyeri pada lansia dengan gout arthtritis. Metode yang di terapkan dalam kegiatan ini yaitu ceramah dan tanya jawab. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berlangsung selama 1 hari yaitu pada tanggal 11 Juni 2026. Hasil dari kegiatan ini cukup baik, seluruh peserta sangat antusias yang dibuktikan dengan keaktifan peserta pada sesi tanya jawab dan mengikuti kegiatan sampai dengan selesai. Capaian pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan narasumber diperoleh 85% terjadi peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan masyarakat dalam mencoba melakukan terapio pijat kaki secara langsung dengan bimbingan oleh tim pengabdian. Diharapkan kegiatan PKM dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga terbentuknya pengetahuan dan sikap masyarakat terutama yang mengalami penyakit gout arthtritis untuk melakukan untuk terus melakukan tindakan tersebut untuk menurunkan skala nyeri serta dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ani Rahmadhani Kaban, Agus Surya Bakti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas artikel ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes). Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel ini dengan mencantumkan pengakuan yang sesuai terhadap kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan artikel ini (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya kembali dalam sebuah buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karya mereka secara online (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan sitasi atas karya yang telah diterbitkan.