Edukasi Manfaat Terapi Tapping Emotional Freedom Rechnique (Eft) Pada Lansia Di Uptd Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai
DOI:
https://doi.org/10.52317/jupkes.v5iNo.%202.53Abstract
Usia tua (lansia) merupakan masa perkembangan terakhir dalam kehidupan manusia, Dikatakan perkembangan akhir karena ada anggapan bahwa perkembangan manusia berakhir setelah manusia dewasa. Lansia sendiri atau biasa kita sebut dengan lansia mempunyai beberapa arti. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia ialah kualitas tidur. Tidur yang berkualitas sebagai bentuk waktu istirahat sangat dibutuhkan oleh banyak individu, namun banyak lansia sering mengalami gangguan kualitas tidur. Gangguan tidur akan lebih buruk seiring bertambahnya usia. Gangguan kualitas tidur yang buruk pada lansia dapat dikaitkan dengan adanya masalah fisik, mental dan kesejahteraan sosial. Emotional Freedom Technique (EFT), atau yang dikenal juga sebagai “tapping,” adalah metode terapi alternatif yang semakin populer karena kesederhanaannya dan kemampuannya untuk membantu mengatasi stres serta emosi negatif. Metode ini menggabungkan prinsip psikologi modern dengan stimulasi titik-titik akupresur melalui teknik mengetuk atau “tapping.” Sederhana namun efektif, EFT memberikan cara praktis bagi siapa saja untuk mengelola tekanan emosional, baik dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bekerjasama dengan mitra, yaitu UPTD Dinas Sosial Lanjut Usia Binjai untuk memberi edukasi manfaat terapi komplementer Emotional Freedom Technique (EFT), pada lansia . Metode yang di terapkan dalam kegiatan ini yaitu ceramah dan tanya jawab. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berlangsung selama 1 hari yaitu pada tanggal 11 Juni 2026. Hasil dari kegiatan ini cukup baik, seluruh peserta sangat antusias yang dibuktikan dengan keaktifan peserta pada sesi tanya jawab dan mengikuti kegiatan sampai dengan selesai. Capaian pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan narasumber diperoleh 85% terjadi peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan masyarakat dalam mencoba melakukan terapio pijat kaki secara langsung dengan bimbingan oleh tim pengabdian. Diharapkan kegiatan PKM dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga terbentuknya pengetahuan dan sikap masyarakat terutama para lansia untuk melakukan untuk terus melakukan tindakan tersebut untuk menurunkan skala nyeri serta dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agus Surya Bakti, Ani Rahmadhani Kaban, Yustisia Maharani Putri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas artikel ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes). Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), yang memungkinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dari artikel ini dengan mencantumkan pengakuan yang sesuai terhadap kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontraktual tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi terbitan artikel ini (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya kembali dalam sebuah buku), dengan tetap mencantumkan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan dianjurkan untuk memposting karya mereka secara online (misalnya di repositori institusional atau situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan sitasi atas karya yang telah diterbitkan.